ETALASE LANGIT
Sebentuk ragu menggumpal di kepalamu
Sedangkan camar laut menikmati
Sebuah keniscayaan TuhanNya
Sebentuk ragu membanjiri rongga mulutmu
Berbusa sumpah serapah
Sedangkan burung masih bersiul menatap mentari
Diantara geliat cacing-cacing
Dan tasbih-pun berhamburan di setiap kepak sayapnya
Tiadakah kepalamu mendongak lurus keatas
Jentera langit masih menyimpan
Selaksa rahasia
Tentang dirimu dan semua mahluk langit bumi
Saat tiupan bayu mengetuk lembut kulitmu
Tiadakah rahasia agung dibaliknya?
Sedang kau sendiri menikmatinya
( Teruntuk diriku yang selalu lupa pada-Nya)
This post was submitted by Budiawan.
Jumat, 01 Januari 2010
gelombang berpasir
Malam tengah berhias di cahaya para bintang.
Yang tebarkan senyum pada bidadari penghuni surga.
Entah apa yang ingin ia sampaikan.
Terkadang bulanpun tersipu malu di balik cadar kabut hitam.
Nyiur melambai.
Menyambut deburan ombak di pantai.
Malampun bernyanyi. Menyaksikan kaki yang tersapu gelombang berpasir. Dalam langkahnya yang goyah. Ia menatap bintang yang masih setia memancarkan pesona untuk sang malam. Dan dia curahkan airmata. Bertanya pada langit yang melindunginya.
” Kau begitu tinggi. Tapi ku tak pernah mendengarmu takut jatuh. Meski tanpa ada tiang. Sementara aku memiliki 2 kaki. Tapi mengapa aku selalu takut untuk mengejar janji Tuhanku. ”
Kemudian dia diam. Kembali mendengarkan senandung malam. Pipinya basah. Karena dia tak berhenti menangis. Kakinyapun masih basah. Tersapu gelombang berpasir. lalu dia berteriak. lemparkan tanya pada lautan berombak.
” Kau tak pernah berhenti berlari. Mengoyak pasir dengan riakmu. Aku tak tahu. Sebenarnya apa yang kau cari. Dan aku hanya di sini menanti takdir. Karena ku hanya takut melihat hidupku berakhir dalam mimpi.”
lautanpun tak henti menyapa. Nyiur yang melambai di pantai. Dan dia belum berhenti melangkah. Mencari jawaban dari setiap jejak yang tertinggal. malam kan tetap temani bintang dan penghuni surga. hingga fajar membuka selimut tidurnya.
This post was submitted by ev
Yang tebarkan senyum pada bidadari penghuni surga.
Entah apa yang ingin ia sampaikan.
Terkadang bulanpun tersipu malu di balik cadar kabut hitam.
Nyiur melambai.
Menyambut deburan ombak di pantai.
Malampun bernyanyi. Menyaksikan kaki yang tersapu gelombang berpasir. Dalam langkahnya yang goyah. Ia menatap bintang yang masih setia memancarkan pesona untuk sang malam. Dan dia curahkan airmata. Bertanya pada langit yang melindunginya.
” Kau begitu tinggi. Tapi ku tak pernah mendengarmu takut jatuh. Meski tanpa ada tiang. Sementara aku memiliki 2 kaki. Tapi mengapa aku selalu takut untuk mengejar janji Tuhanku. ”
Kemudian dia diam. Kembali mendengarkan senandung malam. Pipinya basah. Karena dia tak berhenti menangis. Kakinyapun masih basah. Tersapu gelombang berpasir. lalu dia berteriak. lemparkan tanya pada lautan berombak.
” Kau tak pernah berhenti berlari. Mengoyak pasir dengan riakmu. Aku tak tahu. Sebenarnya apa yang kau cari. Dan aku hanya di sini menanti takdir. Karena ku hanya takut melihat hidupku berakhir dalam mimpi.”
lautanpun tak henti menyapa. Nyiur yang melambai di pantai. Dan dia belum berhenti melangkah. Mencari jawaban dari setiap jejak yang tertinggal. malam kan tetap temani bintang dan penghuni surga. hingga fajar membuka selimut tidurnya.
This post was submitted by ev
rindu
malam ini gerimis. Aku tahu. Hujan akan di mulai. Karena mendung begitu tebal. Meski tak nampak. tapi bintang tak bersinar. Seperti kelamnya hatiku.
Ada janji yang ku nanti. Di malam ini ku kembali berbagi. Meski hanya di diary. tentang rinduku. Rinduku padanya. Tidak hanya malam ini. Tapi sekian malam yang telah terlewati. Rinduku masih bertumpuk. menyesak di rongga nafasku.
Gerimis tanda air mata langit. Dingin jiwaku berguncang sepi.Adakah harapan yang pasti ku nanti. Dimana suatu saat dia kan kembali? Sungguh ku ingin dia kembali. Karena ku rindu setengah mati.
This post was submitted by evi.
Ada janji yang ku nanti. Di malam ini ku kembali berbagi. Meski hanya di diary. tentang rinduku. Rinduku padanya. Tidak hanya malam ini. Tapi sekian malam yang telah terlewati. Rinduku masih bertumpuk. menyesak di rongga nafasku.
Gerimis tanda air mata langit. Dingin jiwaku berguncang sepi.Adakah harapan yang pasti ku nanti. Dimana suatu saat dia kan kembali? Sungguh ku ingin dia kembali. Karena ku rindu setengah mati.
This post was submitted by evi.
Di Sudut Jiwaku
Senang rasanya melihat parkit terbang di angkasa
Hinggap di ranting kecil yang mulai bersemi
Menatap hijaunya barisan bukit
Merasakan indahnya dunia
Akankah aku berpijak di bukit sana?
Menari bersama parkit kecil yang k rindukan
Selama ini hanya dataran tandus yang datar yang mengalasi langkahku
Langkah yang telah lelah menopang 40 kilo minus 1 dari tubuh tak berdaya
Menopang semua beban hidup
Tak hanya hidupku, mengapa hidupmu turut menghantui hidupku?
Hiupku tak mampu menahan amarah akan hidupmu
Hidupmu tak sama dengan hidupku
Hidupku telah banyak bersabar akan hidupmu
Hidupmu terlalu diktator bagi hidupku
Hidpku tak bisa mengerti hidupmu
Tak terlintaskah di benakmu,?
Im not the prey
I want to be free without you
Jadikan aku seekor parkit,,,
Release me, please
Please,,,
This post was submitted by Anisaoka.
Hinggap di ranting kecil yang mulai bersemi
Menatap hijaunya barisan bukit
Merasakan indahnya dunia
Akankah aku berpijak di bukit sana?
Menari bersama parkit kecil yang k rindukan
Selama ini hanya dataran tandus yang datar yang mengalasi langkahku
Langkah yang telah lelah menopang 40 kilo minus 1 dari tubuh tak berdaya
Menopang semua beban hidup
Tak hanya hidupku, mengapa hidupmu turut menghantui hidupku?
Hiupku tak mampu menahan amarah akan hidupmu
Hidupmu tak sama dengan hidupku
Hidupku telah banyak bersabar akan hidupmu
Hidupmu terlalu diktator bagi hidupku
Hidpku tak bisa mengerti hidupmu
Tak terlintaskah di benakmu,?
Im not the prey
I want to be free without you
Jadikan aku seekor parkit,,,
Release me, please
Please,,,
This post was submitted by Anisaoka.
Langganan:
Postingan (Atom)